Saat beasiswa kedokterannya terancam dicabut, Alin yang selama ini merantau terpaksa harus pulang ke rumah.
Setelah kepulangannya itu, cara pandang Alin mulai berubah. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa selama ini ibunya hidup dalam penderitaan, sementara sang ayah jarang berada di rumah. Kakak dan adiknya pun harus memikul beban keluarga yang berat, bahkan sampai mengorbankan diri dan impian mereka sendiri demi keluarga.
Saat berada di rumah, tanpa sengaja Alin menemukan buku harian milik ibunya. Lembar demi lembar buku itu berisi kenangan masa muda sang ibu, termasuk kisah tentang cinta pertamanya.
Hal ini membuat Alin bertanya-tanya: andai saja ibunya tidak menikah dengan ayahnya, apakah hidupnya akan jauh lebih bahagia?






